Istilah pupuk slow release tentu sudah tidak asing bagi Sobat DGW Fertilizer. Pupuk slow release atau pupuk lepas lambat merupakan jenis pupuk yang dirancang untuk melepaskan unsur hara secara bertahap.
Berbeda dengan pupuk lainnya yang langsung terurai dan diserap sekaligus oleh tanaman, pupuk slow release memberikan nutrisi secara konsisten kepada tanaman. Proses pelepasan ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti kelembaban tanah, suhu, dan aktivitas mikroba.
Dengan keunggulan ini, pupuk slow release kian popular untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan mendukung pertumbuhan tanaman Sobat!
Manfaat Pupuk Slow Release bagi Tanaman
- Pemberian Nutrisi Secara Berkelanjutan
Pupuk slow release melepaskan nutrisi sedikit demi sedikit, sehingga tanaman mendapatkan pasokan unsur hara yang konsisten dalam jangka panjang. Hal ini mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan nutrisi, yang sering terjadi jika menggunakan pupuk cepat larut.
- Mengurangi Pencemaran Lingkungan
Karena pelepasan nutrisi berlangsung perlahan, risiko pencucian (leaching) atau hilangnya nutrisi ke dalam air tanah menjadi lebih rendah. Hal ini membantu menjaga kualitas air dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk berlebihan.
- Efisiensi Waktu dan Tenaga
Dengan pupuk slow release, pemupukan tidak perlu dilakukan terlalu sering karena nutrisi tersedia lebih lama di tanah. Ini sangat menguntungkan bagi petani yang mengelola lahan luas atau penghobi tanaman yang ingin mengurangi frekuensi pemupukan.
- Meningkatkan Kesehatan Tanaman dan Hasil Panen
Pemupukan yang konsisten membantu tanaman tumbuh dengan optimal tanpa mengalami stres akibat fluktuasi nutrisi. Ini meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
- Cocok untuk Berbagai Jenis Tanaman
Pupuk slow release dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hortikultura, tanaman pangan, tanaman hias, dan perkebunan. Penggunaannya juga cocok untuk tanaman yang memiliki siklus panjang, seperti padi atau kelapa sawit.
Cara Penggunaan Pupuk Slow Release
- Aplikasi di Awal Tanam: Pupuk slow release biasanya diaplikasikan di awal musim tanam agar tanaman mendapatkan nutrisi secara bertahap selama masa pertumbuhan.
- Dosis yang Tepat: Meskipun pupuk ini lebih efisien, tetap penting untuk menyesuaikan dosis dengan jenis tanaman dan kondisi lahan.
- Kombinasi dengan Pupuk Cair: Pada beberapa kasus, pupuk slow release dapat dipadukan dengan pupuk cair untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu pada fase pertumbuhan spesifik.
Baca Juga : Pupuk Slow Release, Efektif Tingkatkan Hasil Panen Pertanian
Pupuk slow release memberikan solusi yang efisien dan ramah lingkungan Sobat Petani. Dengan pelepasan nutrisi secara bertahap, pupuk ini mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif sambil mengurangi frekuensi pemupukan dan risiko pencemaran lingkungan. Memilih pupuk slow release yang tepat dan menerapkan metode pemupukan yang benar akan memberikan hasil yang maksimal, baik untuk tanaman pangan maupun hias.
Penulis : Dian Islamiah, Marketing Komunikasi DGW Fertilizer